Wednesday, 12 December 2007

Indonesia vs Malaysia (part 3 - Culture Clash)

Mantap sungguh kita saling berebut budaya masing-masing sekarang.

Melalui pemerhatian saya, hal 'sudden rival' ini berlaku kerana berkembangnya teknologi internet.

Kita masing-masing sangat yakin bahawa sesuatu tarian, alat muzik atau bahasa itu milik kita. Kita unik dan ia hanya terdapat di tempat kita sahaja. Dan tiba-tiba kita melayari dunia tanpa sempadan kita terjumpa seseorang dari negara lain bercerita tentang budayanya. memuat naik tarian mereka. Dan kita mendapati ia sama dengan apa yang ada di kampung kita.

Sudah tentu kita terkejut dan merasa diri kita dirompak. Walhal mereka di seberang sana juga merasa perasaan yang sama seperti kamu yang terkejut.

Jangan risau Malaysia, kalau kebudayaan melayu di semenanjung tidak mahu dikongsi oleh jiran kita. Kita bukanlah negara tanpa budaya. kita ada sumazau, kita ada ngajat, kita ada berbagai etnik di sabah dan sarawak.

Saya rasa, penyelesaian terbaik buat kedua-dua negara ialah, kita memberi maklumat yang mencukupi kepada rakyat masing-masing mengenai asal usul kita. Kebudayaan kita. Jangan biarkan rakyat kita bertengkar sesama sendiri kerana masing-masing jahil mengenai asia tenggara sebelum zaman penjajahan.

Sebagai hadiah kepada semua, marilah kita menikmati video klip dari semporna (Tarian Igal-Igal)

Tarian ini popular di kalangan masyarakat bajau dan suluk di timur Sabah dan selatan Filipina.

14 comments:

faisal said...

emmm, melayu asal dari mane ek?..pelik kekadang sampai jadi camtu..kita nikan serumpun..:) sbg contoh, kebanyakkan org jawe kat mesia mengamalkan adat yg diambil dari indonesia sana...sbb mmg kalau diikuti susur galur keluarga mmg asal dari sana...tak pernah rasa rendah diripun mengaku camtu..

rafshan said...

-quote-
faisal said...

emmm, melayu asal dari mane ek?..pelik kekadang sampai jadi camtu..kita nikan serumpun.
-end quote-

aku dah hampir 3 tahun tinggal kat indonesia ni.
org indonesia sbnarnya tak suka kalau kita selalu sgt kata yg msia-indo adalah serumpun.
bagi mereka, kita Malaysia adalah bangsa yg:
1. egois - sbb kita makmur dari mereka
2. tidak mengenang budi - sbb kita layan pendatang mereka "kurang mesra"
3. tidak demokrasi? - dorang mmg suka sibuk politik kita, dorang adalah penyokong kuat si Anwar Ibrahim

mereka tak iktiraf kita serumpun la. (siapa yg egois?)
tapi nak buat camna kan? mmg kita boleh trace ke sejarah pembukaan Melaka oleh Parameswara dan yg lain2.

sbnarnya kita tak pernah tuntut kalau budaya mereka adalah milik kita, malah kita mempamerkan budaya mereka di Muzium Negara sbg variasi budaya yg ada di negara kita, lengkap dgn sumber budaya tersebut, dari Indonesia!!!

kita mempromosikan variasi budaya yg ada di Malaysia sbg tarikan perlancongan, termasuk budaya mereka, smaa seperti kita mempromosikan tarian singa yg dibawa oleh org Cina!
tarian singa ada di negara kita, tapi kita tidak tuntut itu asal dari negara kita. macam tu.

lagipun, hari tuh, berita di indonesia sudah memperbetulkan ralat.
mereka tidak salahkan lagi msia dlm soal ini.
malah pembaca berita tu berkata "kita seharusnya berterima kasih kepada negara tetangga (MAlaysia), krn tanpa usaha mereka mempromosi dan mengekalkan budaya kita, mungkin sahaja budaya kita diancam kepupusan. tidak malukah kita krn kita hanya tahu menyalahkan org lain, tanpa melihat kesalahan kita..."

dorang cuma carik alasan utk carik gaduh dgn kita...
mereka masih terbawa2 dendam
1. Pembentukan Malaysia
2. Ligitan & Sipadan
3. Ambalat
4. dan lain2...

jadi, perkara kecil pun, mereka akan jadi emosi...

byk lg sbnarnya tp penat nak taip la...

p/s- aku kagum sama kau zeq, walaupun ko di kutub, tapi ko tetap ambil peduli ttg perkara yg berlaku di khatulistiwa, perkara yg aku alami.. heheh

Kihampau said...

mungkin di indonesia sahaja mereka tidak mengaku serumpun...90% pendatang halal dan haram(kekeke) dari indon mengaku serumpun bila sampai di malaysia....kekadang kerana sikap kemanusiaan kita menjadi mangsa tuduhan tak berasas negara yg menghantar pendatang haram itu...spt filipina,bangladesh,nepal,nigeria dll...kerana sebilangan dari mereka yg dtg dgn attitude...MALAYSIA negara lembut..kita boleh buat apa saja dan akan dibela oleh negara asal.
Aku terfikir juga...bagaimana kalau sebaliknya rakyat malaysia pulak yg membanjiri negara mereka dgn attitude yg sama?...(harap2 tidak adalah rakyat malaysia yg tercinta ini spt itu)
bah...kalau di tawau sana kalau hari ahad...sudah macam di TIMUR TIMOR bah...yg tak tahan tu..diorang pakai jeket WINTER waktu panas terik..adeiiiiiiii....kali si zeq tau pasal itu tawau sana...
apa apapun...tak kiralah bangsa apa negara mana...janji pandai bawak diri di negara orang...dan semoga kamu semua suksess.

w a n t w o b u c k l e m y s h o e said...

bab ini memang kelakar, maksud aku berebut isytihar hak budaya. yang pada aku tak berfaedah langsung. preserve dari pupus sama2 lagi bagus

AziS said...

menarikkkkk...
ermm..baru je td balik dr floating...
setiap kali ada apa2 function kt sek, tarian ni wajib ada...dulu tcengang2 gak benda apa tu...hehehe

Kihampau said...

PETALING JAYA: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia didakwa mengutip pendapatan haram sekurang-kurangnya RM14 juta (Rp 40 bilion), hasil bayaran didakwa sebagai kos mengeluarkan dokumen-dokumen perjalanan.

http://www.mstar.com.my/cms/content.jsp?id=com.tms.cms.article.Article_d2277c34-c0a85062-53594900-ffc2242d

korang bacalah kalau ada masa...just nak share ngan korang..

sampulnak said...

aku pon pening. benda macam ni pon nak gaduh.

tu la lawakkan kihampau. x tau la camana drg bole tahan pakai winter jacket tempat panas2 tu.

Kiki said...

Hai, saya Kiki, orang Indonesia, mau ikutan komen ya.

Mengenai masalah budaya. Mari kita bahas dari segi Bahasa dulu ya. Bahasa Indonesia memang berasal dari Bahasa Melayu, karena Bahasa melayu memang berkembang luas, tapi bukan berarti Indonesia adalah Melayu. Melayu adalah salah satu suku yang ada di Indonesia (Wilayahnya tentunya dekat dengan Malaysia dan Singapura-- Yaitu di Pulau Sumatra contoh: Minang, Riau, Jambi, Palembang-- itu Melayu). Selain itu di Indonesia masih banyak suku-suku lain yang karakter budaya (dan bahasa)nya sangat jauh berbeda: diantaranya:
1. Sunda (Wilayah Jawa Barat, Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Sunda-- sangat berbeda dengan bahasa Indonesia atau pun Melayu, tapi ada beberapa kata yanng diserap menjadi bahasa Indonesia)
2. Betawi (Penduduk Jakarta Asli-- Walaupun sekarang penduduk Jakarta sudah bercampur baur dengan suku-suku yang lain-- Bahsa yang digunakan adalah bahasa Betawi,... Mirip-mirip melayu, tapi beda. Contoh: Lu/Lo, Gue/Gua asalnya adalah bahasa Betawi, tapi sekarang sudah diserap menjadi Bahasa Indonesia)
3. Jawa (Wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, bahasa yang digunakan bahasa Jawa)
4. Bali (Bahasa yang digunakan bahasa Bali)
5. Ambon (Wilayah timur setelah Bali, sebalum Irian/ Papua--BAhasa yang dihgunakan bahasa Maluku)
6. dan lain-lain

Nah jadinya, kebudayaannya pun berbeda jauh dengan Melayu,... Saya sendiri kalau ditanya: "Apakah kamu orang Melayu?" Maka saya akan menjawab "Bukan" karena saya adalah Orang Sunda.

Nah, kembali ke masalah Indonesia vs Malaysia. Jadi,... pada awalnya Orang Indonesia mendengar "Lagu Rasa Sayange" yang dijadikan Theme song untuk Visit Malaysia. Kemudian muncullah berita-berita kalau Malaysia mengklaim lagu itu sebagai Lagu Asli Malaysia (lho lho lho... gimana ini?). Setelah itu muncul lagi kalau:
BAtik adalah Pakaian tradisional Malaysia, Reog-- saya lupa Malaysia menyebutnya apa) adalah kesenian dari Malaysia, Bahkan Angklung (Whaaat??? sebagai Orang Sunda saya sedih banget) adalah alat tradisional Malaysia.
Waktu Indonesia mengklarifikasi mengenai hal itu, Malaysia menggunakan alasan,.. Oh itu kan budaya bersama,.. kita kan serumpun (sama-sama melayu)-dan bersikeras bahwa itu memang lagu/budaya malaysia.

Orang-orang Indonesia pun tentunya kesal dengan hal ini karena:
1. Rasa Sayange : dari suku Ambon.... bukan melayu
2. Anglung dari Suku sunda,... bukan Melayu
3. Reog,.. dari Banten,.. memang letaknya berdekatan dengan wilayah suku sunda.
4. Batik,.. dari suku Jawa,.. bukan Melayu

Bagaimana mungkin budaya yang di Indonesia sendiri letaknya berjauhan, sama sekali budaya yang berbeda,.. kini tiba-tiba berkumpul dan dianggap sebagai budaya Malaysia (atau at least budaya Melayu)?

Kalau yang diklaim adalah budaya Melayu (saya ga terlau tau sih budaya melayu yang mana saja), Mungkin kita masih bisa mengerti. " O,.. ya itu kan sama-sama melayu. Tapi ini?
Bahkan Melayu di Indonesia pun tidak punya lagu Rasa Sayange, Melayu di Indonesia pun tidak punya batik, Melayu di Indonesia juga ga punya angklung, dll.
Orang Sunda sendiri mungkin akan marah kalau tiba-tiba Orang Jawa bilang "Angklung adalah seni dari Suku Jawa"
Atau sebaliknya Orang Maluku mungkin akan marah kalau Orang Sunda bilang Lagu Rasa Sayange berasal dari Jawa Barat.

Nah, maka dari itu,.. tentu saja kami kesal saat budaya-budaya tersebut diklaim oleh Malaysia sebagai budaya Malaysia.

Tapi dengan ada pengakuan dari pemerintah Malaysia bahwa:
1. Lagu Rasa Sayange memang lagi dari Indonesia
2. Budaya-budaya tersebut, memang budaya Indonesia (Malaysia hanya mempromosikan saja). Saya kira kita cukup mengerti akan hal itu. Yang penting memang kan ada suatu pengakuan bahwa ternyata itu bukanlah budaya Malaysia.


Sekedar informasi saja, kalau Angklung masih tetap ramai, ga punah,.. mungkin ada beberapa tarian atau budaya yang sudah jarang dipakai. Tapi,.. angklung masih sangat banyak peminatnya--tidak hanya orang tua, anak-anak dan kaum muda pun masih menggemarinya, dan sudah sering ditampilkan di pentas-pentas seni dunia-- kalau ada panggung kebudayaan)

Nah, sekarang pemerintah Malaysia sudah mengakui hal itu,.. tinggal rakyatnya yang harus mengakui juga dan benar-benar mengenal mana budaya Malaysia asli dan Mana budaya negara lain.


O iya,.. sekedar mengenalkan aja (dan untuk menegaskan bahwa budaya Indonesia itu ga hanya Melayu saja). Di bawah ini ada beberapa kata dalam bahasa Sunda yang sama dengan bahasa Indonesia/ melayu, tapi arti/maknanya sangat jauh berbeda.
1. Bangsa (Indonesia= Nation; Sunda = Example, such as)
2. Mangsa (Indonesia= Prey, Sunda= Time)
3. Bangga (Indonesia= proud, Sunda = difficult)
4. Tarik (indonesia= Pull; Sunda= Loud)
5. Kenyang (Indonesia= full--after eat; Sunda = Pull-- same with Tarik in Indonesia)

Kata-kata yang lainnya.... benar-benar jauh berbeda. Contoh: Makan (Indonesia), Kalau bahasa sunda: tuang, neda, dahar, emam, nyatu, lelebok, lolodok.

See,.. beda banget kan sama bahasa melayu?

Anonymous said...

Hai kiki, rupanya sangat terhad pengetahuan kamu tentang Malaysia. Sayang sekali, kita ini tinggal berjiran, tapi kamu hanya tahu sedikit tentang kami (Malaysia).

Adakah kamu fikir, semua suku pribumi di Malaysia adalah asli Melayu?.

Untuk kamu, bila berkata tentang Melayu di Malaysia, ertinya merangkumi semua pribumi islam, tak kira keturunan Melayu asli, Jawa, sunda, minang, acheh, bugis bawean, mandailing, batak dan lain-lain suku dari seluruh nusantara yang menjadi warganegara Malaysia.

Nah... dari mana datangnya semua-suku-suku ini hingga sekarang telah menjadi warga Malaysia?. Masakan kamu tidak tahu...

Di Johor saja, hampir 60% Melayu di sana adalah keturunan jawa termasuklah saya sendiri. Hingga kini, masih ada lagi saudara saya yang punya keluarga di Jawa. Adakah salah kalau kami praktikkan budaya di sini? Kenapa kami dituduh mencuri budaya orang sedangkan itu juga budaya kami?

Satu lagi kesalahan kamu, Lu & Gua yang biasa dituturkan orang jakarta itu bukan asli bahasa betawi. ia sebenarnya merupakan dialek hokkien yang merujuk kata gantinama; kamu(lu) dan saya(gua).

Anonymous said...

Saudaraku yg asal Jawa?

Bacalah komentar kiki dengan jelas,tidak dilarang mempraktekkan kebudayaan yang kami tidak berkenan mengatakan bahwa semua itu asli Malaysia.

Yang benar adalah "tari ini asal daerah nenek-moyang kami di Jawa,Indonesia,dan kalau yang ini tari yang kami pelajari turun-temurun sesuai kebudayaan Malaysia".

Selesai berkata itu,maka kamu jujur adanya.

(kamu keturunan jawa mana?orang jawa yg saya tahu tidak kasar bicaranya,tahu pepatah "kacang lupa sama kulitnya?")

datuX said...

Apa yg indonesia mahukan, malaysia mengakui bahawa budaya tinggalan hari ini milik indonesia secara ekslusif. Ini masalahnya bila kta tlalu fokus pd kerajaan melaka utk menunjukan identiti kita, sbb harus diingat semenjung melayu lebih dahulu mencapai ketamadunannya, tamadun purba gangga negara, langkasuka dan kerajaan2 purba di kelantan sudah pun lama berdiri sebelum srivijaya dan majapahit lagi. (mgkin penghuni2 pulau d indonesia hari ini masa itu masi bogel :P).

Srivijaya dan majapahit yg berpusat di kepulauan nusantara adalah antara succesor kpd kerajaan2 di semenanjung melayu yg berperanan utama dan mencetus ketamadunan termasuk la budaya etc. Cuba kalu kerajaan2 itu berpusat di semenanjung melayu, tentu succesor nya hari adalah kerajaan malaysia dan bukan RI.. tntu indonesia mati kutu sbb tiada tinggalan budaya yg dikata asli.

Jadi isu spt ini kita kena broadminded dan pham apa itu rumpun dan perkongsian, x perlu memandang budaya dan tinggalan itu dr sudut siapa kerajaan successor nya hari ini sebalek siapa kita sebelum adanya Indonesia, Malaysia, Brunei, Philippina dll.. Kerna Batek songket sarong kain pelikat sudah ada sblom soekarno mengistiharkan negaranya, Lagu Rasa sayang sudah ada sblom Tunku melaungkan merdeka.. malah jawa malaysia sudah ada seblum dunia mengenalkan siapa org jawa dan siapa melayu.

Aku nk tanya Gamelan (melayu/jawa), Kulintangan (borneo/mindanao), Phipat (indocina) itu dr mana asalnya? tapi itu mgkin sudah x penting sbb indonesia dah daftarkan sbagai miliknya di unesco. wlaupon rmai yg berpendapat ia bawaan org arab.. indonesia ada highlight ttg wali2 songo, gamelan sonan kalijaga etc (ada antara mrk sampai ke tahap pecaya bhw jawa mengislamkan jawa) yg pnting aku x mau msia dan negara laen tjerumus ke perlumbaan pemilikan ini, gaduh dgn japan sbb tofu dll.. gaduh cna cni.. kt paham apa itu konsep perkongsian dan rumpun.

Anonymous said...

Kahimpau/Kihampau/Siapa Aja Mampus
Sok Tahu Banget Lu
OOOOOOOOh,
w tau skarang
malingsia itu suka mengklaim
Emang Dari Dulu X
Sok Berlaga Negara Lebih Kuat Padahal Negaranya Seupil bapaknya

bagindo said...

Semoga pemerintah cepat tanggap karena perlu tanggap darurat ya, misalnya dengan memperbanyak usulan ke UNESCO agar diakuri sebagai warusan budaya dunia seperti halnya batik keris dan angklung. Biar tidak diklaim sama negara tetangga lagi :) Namun jangan lupa juga agar generasi muda Indonesia turut menjaga dan memelihara kebudayaan nasional kita

Anonymous said...

Bingung gua sama orang indonesia bodoh ini. Ane tau ini sebenernya kerjaannya pki. Ya sudahlah. Ane orang melayu Kampar rp bangga jadi oeang indonesia. Yang ane bingung di sini kenapa semua comment ttg melayu jelek ya dan selalu di identikan dengan malaysia padahal di melayu juga salah satu suku besar di indonesia dgn jumlah 8 juta suku melayi + 7 juta orang minang ( yang mana emg orang melayu tp entah knp indonesia membedakanya ) jadi kurang lebih 15 juta orang indonesia adalah melayu. Jadi stop blaming malays for all of this. We are indonesian not malaysian